Calon Kepala Daerah Diajak Berlomba Atasi Covid-19

Pemilihan Kepada Daerah (Pilkada) Serentak 2020 merupakan momen penting bagi para kandidat untuk berlomba ide dalam mengatasi pendemi Covid-19. Keberhasilan calon kandidat baik petahana maupun penantang menangani Covid-19 dinilai sangat penting.

“Inilah saatnya para kepala daerah memberikan kontribusi maksimal. Penanganan pandemi Covid-19 tidak akan bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah pusat, karena adanya sistem desentralisasi otonomi daerah,” ungkap Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, Rabu (15/7/2020).

Menurut Tito, momen penting ini bisa menjadi alat ukur kepedulian calon pemimpin terhadap masyarakat. “Dengan demikian, Pilkada adalah momen penting dan pas untuk ajang adu gagasan dan berbuat nyata secara maksimal bagi para kontestan dalam menangani pandemi Covid-19 dan dampak sosial ekonominya,” tegas Tito.

Sementara itu, Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Akmal Malik menunjukkan bukti keberhasilan pesta demokrasi di tengah pandemi. Menurut Akmal, Indonesia perlu belajar dari Korea Selatan (Korsel) yang lebih dulu menggelar pemilu. Korsel mampu memikat partisipasi pemilih yang meningkat dari 58% menjadi 62%.

“Salah satu temuan penelitian mereka (Korsel) adalah karena masalah Covid-19 ini menyentuh semua masyarakat, sehingga akhirnya 29 juta pemilih menjadi sangat concern dengan isu Covid-19. Isu Covid-19 menjadi isu sentral dalam kampanye,” kata Akmal.

Pengamat kebijakan publik, Sujono HS mengatakan, pelaksanaan pilkada di tengah pandemi membutuhkan partisipasi semua pihak. Baik dari sisi penyelenggara, para kandidat maupun masyarakat pada umum. “Ini tanggung jawab kita bersama, harus saling peduli serta menjaga agar terlaksana dengan baik,” kata Sujono.

Dia menyatakan kontes Pilkada Serentak 2020 bakal melibatkan 270 daerah dengan perkiraan terdapat 220 petahana kembali bersaing. “Hal itu sebagai angka potensial untuk turut serta dalam menangani Covid-19 secara partisipatif,” ucap Sujono.

Menurutnya, momen penting ini harus mampu dimanfaatkan kandidat, maupun masyarakat pada umumnya untuk lebih terlibat secara masif dalam mempercepat penyelesaian dampak pandemi. “Kandidat selayaknya mampu mengajak pendukungnya berpartisipasi aktif dalam memerangi pandemik,” imbuh Sujono.

Sumber: BeritaSatu.com

Add Comment