Jokowi Minta Gubernur Kerja Keras Bagi Daerah yang Masih Tinggi Jumlah Kasus Aktif

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta gubernur yang daerahnya masih memiliki kasus aktif Covid-19 tinggi, agar bekerja lebih keras lagi. Sehingga angka kasus aktif dapat ditekan dan diturunkan dari hari ke hari.

“Hati-hati yang angkanya masih tinggi. Saya minta Gubernur kerja keras dengan gugus tugas yang ada, agar bisa ditekan angkanya,” kata Jokowi saat menggelar rapat terbatas (ratas) untuk memberikan pengarahan kepada 34 gubernur untuk menghadapi pandemi virus corona atau Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2020).

Bila kepala daerah membutuhkan bantuan pemerintah pusat dalam penanganan penularan Covid-19 di daerahnya, Jokowi meminta segera sampaikan kepada Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Kalau memang ada masalah-masalah yang harus pemerintah pusat harus bantu, sampaikan ke pemerintah pusat, utamanya di Komite dan gugus tugas kita,” ujar Jokowi.

Dalam arahannya, Jokowi menyampaikan perkembangan Covid-19 di provinsi-provinsi yang ada di Indonesia. Terlihat dari data yang disampaikan Jokowi, per 31 Agustus 2020, DKI Jakarta berada di peringkat pertama dengan penambahan jumlah kasus aktif sebanyak 1.049, kasus sembuh 404 dan kasus meninggal 14.

Kemudian Jawa Timur terjadi penambahan 323 kasus aktif, 383 kasus sembuh dan 21 kasus meninggal. Lalu Jawa Tengah dengan penambahan 179 kasus aktif, 100 kasus sembuh dan delapan kasus meninggal.

Jawa Barat dengan penambahan 145 kasus aktif, 57 kasus sembuh dan delapan kasus meninggal. Di Bali terjadi penambahan 129 kasus aktif, 79 kasus sembuh dan tiga kasus meninggal. Selanjutnya di Kalimantan Timur tercatat penambahan 124 kasus aktif, 72 kasus sembuh, dan satu kasus meninggal.

Berikutnya di Sulawesi Selatan ada penambahan 108 kasus aktif, 87 kasus sembuh dan nol kasus meninggal. Di Riau terjadi penambahan 107 kasus aktif, 43 kasus sembuh dan empat kasus meninggal. Kepulauan Riau ada penambahan 90 kasus aktif, 23 kasus sembuh dan satu kasus meninggal. Serta Sumatera Barat terjadi penambahan 89 kasus aktif, 27 kasus sembuh dan nol kasus meninggal.

“Ini yang ingin saya sampaikan perkembangan Covid-19 per provinsi. Kita bandingkan per hari kemarin, 31 Agustus, saya kira, marilah kita lihat baik jumlah kasus, kemudian jumlah yang sembuh dan jumlah yang meninggal semua angkanya, datanya kita miliki harian,” jelas Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta 34 Gubernur di seluruh Indonesia dapat menurunkan angka kematian Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Karena angka kematian pasien Covid-19 di Indonesia masih diatas rata-rata angka kematian Covid-19 dunia.

Berdasarkan data yang diterimanya pada 31 Agustus 2020, Jokowi memaparkan jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mencapai 175 ribu kasus dari hasil pemeriksaan sebanyak 2,23 juta tes. Dari jumlah tersebut, tingkat kesembuhan atau case recovery rate mengalami peningkatan, dari April yang hanya mencapai 15 persen meningkat tajam selama empat bulan, tepatnya di Agustus 2020 mencapai 72,1 persen.

Dengan tingkat kesembuhan yang meningkat, lanjut Jokowi, membawa dampak bagi penurunan kasus aktif Covid-19 atau pasien positif yang dirawat di rumah sakit. Bila di April 2020, tingkat kasus aktif mencapai 77 persen, maka pada Agustus 2020 sudah menurun menjadi 23,7 persen. Terjadi penurunan signifikan selama empat bulan masa pandemi Covid-19. Ini lebih baik dari rata-rata dunia sebesar 27 persen.

Tetapi, Jokowi menambahkan, pemerintah pusat dan daerah masih mempunyai pekerjaan besar untuk menurunkan tingkat kematian pasien Covid-19. Meski tingkat kematian Covid-19 mengalami penurunan sangat besar dari April 2020 yang mencapai 27,83 persen menjadi 4,2 persen di Agustus 2020. Namun angka kematian nasional masih diatas rata-rata kasus meninggal di dunia yang mencapai 3,36 persen.

Sumber:BeritaSatu.com

Add Comment