Bahas Kondusifitas Pesta Demokrasi 2020, FKUB se Kaltim Kumpul di Sangatta

Perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) se Kalimantan Timur (Kaltim) berkumpul di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Selama dua hari, mulai hari ini Rabu (25/9/2019), mereka mengikuti rapat koordinasi dalam rangka menyambut Pilkada serentak 2020 mendatang.

“Rakor, untuk memberi pemahaman pada semua tokoh-tokoh agama, terutama pengurus FKUB kabupaten/kota se Kaltim akan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam mendukung suksesnya Pilkada serentak tahun 2020 mendatang,” ungkap Kepala Kesbangpol Kutim, Abdul Kadir, sebagai penyelenggara kegiatan.

Harapannya, menguatkan komitmen para tokoh agama untuk menjaga suasana Kaltim menjadi daerah yang aman dan selalu kondusif.

Senada, Plt Bupati Kutai Timur yang juga Wakil Bupati, H Kasmidi Bulang ST MM mengatakan pemerintah selalu berupaya melakukan peningkatan di berbagai sektor pembangunan.

Memberi pelayanan terhadap masyarakat, secara efisien, akuntabel dan transparan. Termasuk untuk kekuatan persatuan antar etnis dan umat beragama dalam kebhinekaan.

“Untuk menciptakan wilayah yang aman dan tertib, pemerintah bekerjasama dengan ormas keagamaan seperti FKUB. Sehingga, pertemuan ini sangatlah penting untuk menyatukan pandangan kita, khususnya menyongsong Pilkada serentak tahun 2020,” ujarnya.

Ia berharap, FKUB menjadi peredam suhu politik yang meningkat menjelang Pilkada serentak tahun 2020.

Selain sebagai wadah mediator, rekonsiliator dan fasilitator dalam memberikan rujukan dan inspirasi tentang kerukunan beragama sehingga tumbuh rasa saling percaya dan membangun opini publik tentang pentingnya hidup rukun.

Sementara itu, Plt Sekprov Kaltim, Sa’bani mengatakan para tokoh yang hadir memiliki tanggung jawab besar untuk membina kalangan umat beragama, guna menjamin siapapun yang datang ke Kaltim akan merasa aman dan damai.

Apalagi tahun depan akan digelar Pilkada serentak di sembilan kabupaten/kota se Kaltim.

“Artinya akan terjadi persaingan antara kandidat calon kepala daerah dan pastinya melibatkan massa yang berbeda dukungan. Kaltim kembali diuji sebagai daerah paling kondusif, karena sepanjang sejarah sejak dimulainya pemilihan langsung daerah ini mampu melaksanakan dengan lancar dan berakhir dengan baik serta damai,” kata Sa’bani.

Sumber : https://kaltim.tribunnews.com

Add Comment