Jumlah Caleg Perempuan Terpilih Berpotensi Naik di Pemilu 2019

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi menuturkan bahwa jumlah calon anggota legislatif (caleg) DPR perempuan terpilih dalam Pemilu 2019 berpotensi mengalami kenaikan. Menurut Pramono, salah satu penyebabnya adalah regulasi yang mewajibkan keterwakilan perempuan 30 persen.

“KPU belum menetapkan secara resmi hasil pemilu 2019. Yang 2019 itu sifatnya masih proyeksi (jumlah caleg perempuan terpilih mengalami kenaikan) karena belum secara resmi ditetapkan oleh KPU,” ujar Pramono ketika dikonfirmasi, Kamis (25/7/2019).

Pramono mengatakan, kenaikan jumlah caleg perempuan terpilih ini diproyeksikan oleh salah satu lembaga riset, yakni Pusat Kajian Politik (Puskapol) Universitas Indonesia.

Berdasarkan kajian tersebut, tercatat ada 118 caleg perempuan terpilih (20,5 persen). Menurut dia, jika proyeksi tersebut benar, maka Pemilu 2019 akan menghasilkan persentase keterwakilan perempuan di DPR yang tertinggi pascareformasi.

“Jika benar, maka itu merupakan persentase keterwakilan perempuan di DPR yang tertinggi pascareformasi,” katanya.

Pramono menjelaskan, pada pemilu 1999 jumlah keterwakilan perempuan di DPR sebesar 9 persen. Lalu, pemilu 2004 jumlah keterwakilan perempuan meningkat sebanyak 11 persen (61 orang). Pada 2009 jumlah keterwakilan perempuan mencapai 18 persen atau 101 orang.

Namun, persentase ini menurun pada 2014 yang mana capaian keterwakilan perempuan di DPR menjadi 17,3 persen atau 97 orang.

Pramono menilai, peningkatan keterwakilan perempuan di DPR RI didorong oleh aturan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mewajibkan sekurang-kurangnya keterwakilan 30 persen perempuan di setiap dapil pada saat pencalonan.

“Yang paling utama, ini hasil dari regulasi yg mengatur keterwakilan perempuan dengan dua norma, yakni sekurang-kurangnya 30 persen (keterwakilan perempuan) di setiap dareah pemilihan (dapil) dan di setiap tiga calon sekurang-kurangnya ada satu calon perempuan,” ungkap Pramono.

Lebih lanjut, Pramono mengatakan, KPU selama proses pencalonan bersikap tegas terhadap parpol yang tidak memenuhi dua ketentuan di atas. “Sehingga parpol wajib melakukan perbaikan dalam proses pencalonan,” katanya.

Sebelumnya, hasil penelitian Puskapol Universitas Indonesia menunjukkan perkiraan persentase caleg perempuan yang terpilih pada Pemilu 2019 naik menjadi 20,5 persen.

Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Eksekutif Puskapol UI Aditya Perdana menyebutkan, secara umum kenaikan keterpilihan caleg perempuan tersebut terjadi di beberapa partai secara perlahan dari tahun 2004, yaitu PDI Perjuangan, Nasdem, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Sumber: BeritaSatu.com

Add Comment