KPU: Debat, Momentum Rasionalkan Pemilih

Jakarta – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menegaskan bahwa debat merupakan momentum merasionalkan pemilih. Pasalnya, melalui debat, paslon bisa memaparkan visi-misi dan program secara luas sehingga pemilih bisa mengetahui dan memahami gagasan paslon dalam membangun Indonesia 5 tahun ke depan.

“Selain penyampaian visi-misi yang sifatnya monolog, maka format yang digunakan dalam debat seri pertama itu memang bertujuan agar paslon bisa menyampaikan gagasan secara utuh sehingga pemilih dapat mendengar, menilai, dan membandingkan gagasan-gagasan itu berdasarkan informasi utuh, tidak sepotong-sepotong,” ujar Pramono di Jakarta, Senin (14/1).

Debat ini akan disiarkan secara langsung oleh lembaga penyiaran dan televisi nasional sehingga bisa menjangkau sebagian besar masyarakat Indonesia. Penyampaian visi-misi dan program pada acara debat bisa menjadi referensi pemilih untuk menentukan pilihannya di Pilpres, 17 April 2019 mendatang.

Promono berharap para paslon bisa memanfaatkan debat untuk menyampaikan visi-misi dan program yang terukur dan masuk akal. Harapannya, melalui debat, pemilih bisa menentukan pilihannya bukan karena faktor sosiologis (suku, agama) atau faktor psikologis (penampilan).

“Nah, dalam konteks inilah, debat bisa merasionalkan pemilih, dalam artian pemilih memilih berdasarkan visi-misi dan program. Karena itu, manfaatkan debat untuk menyampaikan visi-misi dan program yang masuk akal, bukan sekedar jargon atau narasi-narasi yang bombastis. Karena visi-misi dan program itu akan ditagih jika terpilih,” tandas dia.

Lebih lanjut, Pramono berharap debat pertama bisa membuat diskusi dan polemik di ruang publik khususnya di media mainstream dan media sosial diwarnai diskusi yang substansial. Hal ini juga untuk mengurangi perdebatan yang remeh-temeh yang bisa berujung pada ujaran kebencian, fitnah, politisasi SARA dan saling menjatuhkan.

“Diharapkan diskusi di ruang publik kita, di media mainstream maupun medsos, lebih diwarnai dengan diskusi soal-soal substansi, soal gagasan, soal ide. Dengan demikian pemilih kita makin cerdas dan rasional. Yang didiskusikan bukan hal-hal artifisial, yang remeh-temeh, seperti sontoloyo atau wajah boyolali. Itu debat yang nggak ada gunanya untuk pemilih,” pungkas dia.

Pramono mengatakan persiapan teknis debat sudah matang. Bahkan kisi-kisi pertanyaan yang disusun panelis sudah diserahkan kepada LO paslon Jokowi-KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Kamis, 10 Januari 2019 lalu, pukul 23.00 WIB

 

Add Comment