Mendagri: Pileg dan Pilpres Bakal Dipisah

Pelaksanaan pemilu legislatif (pileg) serta pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) bakal dipisah. Pileg akan dilaksanakan terlebih dahulu. Disusul pilpres setelah dua minggu atau satu bulan.

“Ini usul revisi nanti antara pileg dan pilpres dipisah. Keserentakan itu, tidak harus satu hari di jam yang sama, tapi terpaut dua minggu, terpaut satu bulan dan sebagainya,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Hal itu disampaikan Tjahjo kepada wartawan di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (5/8/2019). “Pileg untuk memilih DPR, DPRD I, dan DPRD II. Pilpres bisa digabung dengan DPD. Karena DPD itu individu yang mewakili daerah, tidak ada masalah,” imbuh Tjahjo.

Tjahjo menambahkan, masa kampanye untuk pileg dan pilpres juga kemungkinan dipersingkat. Maksimum dua bulan dari sebelumnya delapam bulan. Tak hanya itu, lanjut Tjahjo, rekrutmen petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) juga akan diperketat.

Faktor kesehatan menjadi pertimbangan utama, termasuk pelibatan anak-anak muda seperti mahasiswa, dan elemen-elemen masyarakat. Menyangkut presidential threshold (pres-T), Tjahjo menjelaskan, masih mengacu hasil Pileg 2019.

Hanya saja, parliamentary threshold (PT) yang berpotensi dinaikkan. “PT 4 persen apakah mau (naik) 5 persen. Ada yang usul 5 persen, ada yang tetap 4 persen. Kami serahkan ke Komisi II DPR. Tapi responsnya sama, masa kampanye jangan terlalu lama, dan lebih baik pileg serta pilpres dipisah,” ungkap Tjahjo.

Sumber: Suara Pembaruan

Add Comment