Pencarian… PROFIL INFORMASI BERITA BERITA MATERI RAKORNAS BIDAKARA MARET 2017 JAKARTA INFORMASI PUBLIK AGENDA MULTIMEDIA ARTIKEL RAGAM PELAYANAN PUBLIK FORUM Pemuka Agama dan Ormas DIharapakan Terus Ikuti Dinamika di Masyarakat

kondisi yang berkembang terus secara dinamis di kota Jakarta yang berakibat terjadinya perubahan pola pikir dan pola perilaku masyarakat perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak khususnya pemuka agama dan ormas.

Karena itu, agar pemuka agama dan ormas terus mengembangkan kemampuannya dalam mengelola permasalahan sosial, Badan Kesatuan  Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta menggelar  Silaturahmi Pimpinan Daerah dengan Pemuka Agama dan  Orginisasi kemasyarakatan Provinsi DKI Jakarta Angkatan VIII Tahun 2018 di Jakarta,  Selasa (21/8/2018).

Dalam sambutan mewakili Plt. Kesbangpol DKI Jakarta, Drs. Taufan Bakri, M.Si, Kasubdit Ormas, Eliazer mengatakan Pemuka agama dan ormas sebagai salah satu unsur masyarakat sipil yang terorganisir, memiliki peran yang sangat penting dan signifikan dalam merespon berbagai persoalan yang sedang dihadapi Bangsa ini. Pemuka Agama dan Ormas dituntut untuk memiliki kemampuan kemandirian yang tidak kuat agar mampu melakukan pencerahan, penyadaran dan memberikan teladan kepada masyarakat.

“Kita ingin, agar pemuka agama dan ormas terus update dengan dinamika perubahan tersebut dan mampu mengendalikan dan mengelolanya  dengan baik,” ujar Eliazer.

Kesbangpol DKI Jakarta mengharapkan melalui pelaksanaan kegiatan ini terjalin hubungan komunikasi yang harmonis diantara kita, sehingga terbangun suatu komitmen memperkuat silaturahmi dalam rangka bersama-sama membangun kota  Jakarta sekaligus menambah wawasan, sehingga sebagai komponen Bangsa dapat betkontribusi memupuk dan memantapkan kesadaran  akan semangat kebangsaan dan solidaritas tanpa membedakan suku, agama, ras golongan dan status sosial dalam mewujudkan persatuan yang harmonis sebagai modal utama dalam Pembangunan Jakarta, yang maju kotanya bahagia warganya.

“Mari kita tumbuhkan kemitraan yang tangguh dan berwawasan serta siap dan tanggap kapanpun diperlukan untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai permasalshan sosial masyarakat secara efesien, efektif dan optimal sehingga dapat memberikan warna dan nuansa positive  dalam berperan dan menjadi kekuatan mendorong partisipasi masyarakat mewujudkan tercapainya program-program pembangunan di Jakarta,” papar Eliazer.

Dalam rumusan Pembukaan Undang-undang dasar 1945 telah mendudukan negara kesatuan republik Indonesia sebagai negara berdasarkan Pancasila dan bukan negara sekuler atau negara berdasarkan pada praktek politik agama tertentu. Deklarasi Pancasila menunjukkan bahwa negara mengakui nilai -nilai keagamaan sebagai dasar prinsip hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pancasila bukanlah agama tetapi dalam Pancasila terkandung nilai -nilai agama

“Kita semua berkomitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban DKI Jakarta sebagai barometer ibukota negara, khususnya ditengah-tengah pelaksanaan kegiatan Asian Games dan jelang Pemilu 2019 sehingga kondusif dan dapat berjalan dengan baik dan sukses,” paparnya.

Sejarah perjalanan Bangsa telah membuktikan bahwa peran Pemuka Agama dan Ormas telah memberikan andil yang cukup besar dalam membangun Bangsa Indonesia yang kita cintai ini, dimulai dari masa kemasa penjajahan, masa kemerdekaan hingga pada saat ini Pemuka Agama dan Ormas terus berkiprah mewarnai perjalanan demokrasi Bangsa Indobesia

Eliazer menambahkan, untuk memperkaya wawasan perserta, pihaknya menghadirkan nara sumber yaitu dari Kejaksanaan Tinggi  Provinsi DKI Jakarta yang mengulas tentang “Peran Kejaksaaan dalam Bidang Ketertiban, Ketentraman Umum,  dan Peningkatan Kesadaran Hukum Masyarakat DKI Jakarta,” AKBP Titiek H.  Valentine, SH, MM dari Badan Intelejen Mabes Polri, berbicara soal “Peran serta Pemuka Agama dan Organisasi Kemasyarakatan dalam Menjaga Kamtibmas di  Jakarta,” Motivator Hadisaja dari Sang Surya membahas tentang “Memiliki Pribadi Unggul, Kuat dan Berkualitas dalam Berormas,” dan Ade Nurma dari Professional /International Trainer dan Coach berbicara tentang “Kepemimpinan, Kerjasama, Membangun Strategi, Kendali dan Komunikasi Organisasi.”

Add Comment