Tahun Politik Harus Utamakan Adu Gagasan

Majelis Permusyawaratan Rakyat memperingati hari lahirnya yang ke- 73 dengan menggelar syukuran dan doa bersama dengan mengundang Ustad Abdul Somad untuk memberikan tausiah. Ketua MPR Zulkifli Hasan berharap dengan doa bersama ini Allah SWT melindungi bangsa Indonesia di tahun politik.

Syukuran dan doa bersama ini diikuti semua Pimpinan MPR lainnya, Oesman Sapta, Ahmad Basarah, Muhaimin Iskandar, Mahyudin, Hidayat Nur Wahid, EE Mangindaan, Ahmad Muzani, serta pimpinan fraksi di MPR, dan anggota MPR. “Semoga di tahun politik ini persatuan dan persaudaraan bangsa Indonesia tetap terjaga,” kata Zulkifli Hasan didampingi ustad Abdul Somad sebelum naik panggung tempat berlangsungnya syukuran dan doa bersama di lapangan bola Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu malam (29/8).

Menurut putra Lampung itu, di tahun politik ini kontestasi adalah kontestasi gagasan sesama anak bangsa dan saudara. Sehingga walaupun partainya berbeda, calon presiden dan wakil presidennya beda, tetapi merah putihnya sama. Oleh karena itu ia berpesan agar Pilpres 2019 semua pihak tidak menghalalkan segala cara hanya demi kepentingan elektoral semata.

“Mari adu konsep dan gagasan. Biarlah rakyat yang mendapatkan manfaat sebesar- besarnya,” kata Zulkifli. Apalagi tambah Zulhasan, Rabu siang (29/8), kita sudah melihat pemimpin kita baik Pak Jokowi dan Pak Prabowo berangkulan. Kita harapkan rakyatnya juga bisa saling menghormati dan menghargai. Karena itu tim sukses dan para pendukung jangan emosi. Dia menambahkan bahwa MPR adalah rumah rakyat dan pengawal Pancasila dan konstitusi.

“Karena itu kita mengadakan syukuran untuk memperkuat persaudaraan bangsa. Kita datangkan UAS. Ini bukan baru. Ustad Abdul Somad sudah setahun lalu kita pesan, bukan tiba-tiba hari ini,” imbuhnya. Sementara itu Ustad Abdul Somad mengatakan ingin menyegarkan kembali memori bahwa Indonesia merdeka dari penjajahan karena adanya persatuan. “Kalau tidak mungkin satu dalam keyakinan, tapi saudaraku dalam satu kebangsaan,” ujarnya.

“Mungkin masyarakat kita terkena dimensia bahkan amnesia,” sambungnya. Karena itu melalui kegiatan syukuran dan doa bersama, Ustad Abdul Somad berharap masyarakat bisa mendengar pesan-pesan kebaikan. Sehingga lanjut Ustad Somad, kita tidak disibukan dengan berbagai isu, tapi bisa duduk bersama dan menjadi bangsa yang diharapkan dunia di masa datang. Acara syukuran dan doa bersama ini menutup rangkaian kegiatan MPR RI mulai sidang tahunan 16 Agustus lalu.

Add Comment