Wajah-Wajah Baru Warnai Pilkada Kukar Tahun Depan, Perwakilan Perempuan Ikut Unjuk Gigi

Ditulis Oleh: Fachrizal Muliawan
17 Oktober 2019

Pemilihan Bupati Kutai Kartanegara dihelat 20 September 2020. Para bakal calon sudah ancang-ancang bersiap. Beberapa tokoh gaek menyatakan maju. Figur baru tak kalah antusias.

Bupati Kukar Edi Damasnyah bakal maju sebagai petahana. Demikian juga Awang Yacoub Luthman, AM Gufron Yusuf, dan Eddy Subandi yang sudah begitu familier. Di luar itu, tak sedikit politikus hingga mantan birokrat bersiap maju.

Beberapa di antaranya Ketua DPW PAN Kaltim Darlis Pattolongi, mantan camat Tenggarong Tajuddin Noor, serta politikus Golkar Hasanuddin Masud. Masih ada lagi beberapa nama dari kalangan perempuan. Yakni Novita Ikasari dan Ida Prahastuti.

Soal banyaknya figur yang menyatakan maju, menurut Darlis Pattolongi adalah hal positif. Makin banyak nama, makin beragam pilihan publik. Kondisi itu jauh lebih baik ketimbang hanya satu pasangan calon. Melawan kotak kosong, bukanlah hal ideal dalam demokrasi.

Darlis saat ini telah mendaftar di dua partai politik. Yakni PDI Perjuangan dan Gerindra. Di PDI Perjuangan Darlis mengambil formulir untuk bakal calon wakil bupati. Sementara di Gerindra mendaftar bakal calon bupati. Ia telah mendapat mandat dari DPP PAN, partai politik tempatnya bernaung. “Sifatnya fleksibel. Baik untuk bupati maupun wakil bupati,” terangnya.

Wajah lain adalah Tajuddin Noor. Camat Tenggarong 2006-2014. Meski cukup senior, ia termasuk wajah baru di dunia politik. Mendaftar ke Gerindra beberapa waktu lalu. Ia juga telah menjadi kader di partai tersebut.

Menurut Guswantri, perwakilan Tajuddin, mantan camat tersebut percaya diri memimpin Kukar. Punya pengalaman birokrat selama 21 tahun. Juga mendapat dukungan beberapa tokoh. Persisnya dari wilayah pesisir Kukar. Komunikasi juga berlangsung dengan partai selain Gerindra.

Adapun nama yang tak disangka-sangka berniat maju adalah politikus Golkar, Hasanuddin Masud. Pria ini menjabat ketua komisi III DPRD Kaltim. Telah mendaftar di penjaringan bakal calon bupati/wakil bupati dari Gerindra.

Menurut perwakilan Hasanuddin, Bambang Hermanto, legislator dari daerah pemilihan Balikpapan itu telah mendapat restu Golkar. Saat ini Hasan menunggu hari yang pas untuk mengembalikan formulir pendaftaran.

Dua Nama Perempuan

Kaum hawa tak mau kalah. Novita Ikasari sejak awal 2019 telah muncul dalam bursa pemilihan kepala daerah (pilkada) Kukar tersebut. Rencananya maju melalui jalur independen. Dipicu kondisi Partai Demokrat, partai tempat dia menjadi kader, tak memiliki kursi di DPRD Kukar. Izin ke Demokrat pun telah dikantongi.

“Namun politik itu dinamis,” tuturnya. Meski berniat di jalur independen, ia tak menutup kemungkinan maju melalui partai. Komunikasi ke beberapa parpol telah dilakukan.

Novita juga sudah bersiap jauh-jauh hari. Persyaratan mengumpulkan minimal 41 ribu KTP dari 18 kecamatan telah dipenuhi. Saat ini terkumpul 45 ribu KTP.

Soal visi misi, dia bakal fokus di persoalan ekonomi pembangunan. Masyarakat Kukar didorong memiliki pendapatan yang lebih baik.

Nama kaum hawa lain yang juga digadang maju adalah Ida Prahastuti. Berbeda dengan bakal calon lainnya, Ida maju dalam paket bakal calon bupati/wakil bupati. Berpasangan dengan AM Gufron Yusuf. Keduanya telah sepakat maju bersama.

Menurut Ida, pasangan dalam politik mesti didasari pemikiran yang sejalan. Maka tak ada lagi istilah kawin paksa. Keduanya juga telah berkomitmen. Bila kelak tak ada parpol mengusung, Gufron-Ida bakal maju dari jalur independen. “Kan jangan sampai majunya berpasangan tapi pas sudah menjabat malah berpisah,” tuturnya. (*)

Sumber : kaltimkece.id

Add Comment